Artificial Intelligence AI, Kecerdasan Buatan pada Sistem

Artificial Intelligence AI, Kecerdasan Buatan pada Sistem

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI saat ini sudah bisa Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi yang pesat pada abad ini membawa manusia kepada zaman serba canggih, bahkan untuk sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Dalam film Iron Man, tokoh utama memiliki asisten berbentuk AI bernama Jarvis, kurang lebih seperti itu implementasinya. Namun, bentuk AI bukan hanya robot, melainkan fokusnya pada kecerdasan mesin setara kecerdasan manusia.

Mengenal Artificial Intelligence AI adalah

Kecerdasan buatan merupakan pengaplikasian kecerdasan murni dari manusia kepada sebuah sistem. Untuk membuat kecerdasan pada sistem dibutuhkan data-data sebagai input agar sistem membaca perintah dengan tepat untuk mempraktikkan AI.

Lucunya, artificial intelligence AI ternyata didesain secara khusus dengan kemampuan mengoreksi diri sendiri. Inovatif sekaligus mencengangkan karena teknologi ini dibuat untuk terus memperbaiki kesalahan sehingga semakin maju zaman, makin minim kekurangannya.

Sebagai contoh mengenali teknologi satu ini, ada AlphaGo. Pada masa awal peluncurannya, AlphaGo diberikan sebanyak 100 ribu data pertandingan Go agar bisa dipelajari secara seksama. Jika pada satu waktu AlphaGo mengalami kekalahan maka selanjutnya bisa belajar.

AI dalam AlphaGo akan terus melakukan perbaikan diri sehingga dari kalah bisa menjadi pemenang. Kelebihan AI pada AlphaGo bisa mensimulasikan banyak permainan dalam satu waktu, akan tetapi manusia hanya bisa melakukan satu permainan saja.

Kelebihan artificial intelligence AI ini yang akhirnya membuat kemahiran AlphaGo berkali lipat dari manusia. Bukti kecerdasan AI pada AlphaGo bisa terlihat dari gelar juara AlphaGo pada pertandingan Go tahun 2016 silam. Empat kemampuan manusia yang bisa dilakukan oleh teknologi AI adalah:

  • Bertindak seperti manusia.
  • Berpikir seperti manusia.
  • Berpikir rasional.
  • Bertindak rasional.

Teknologi AI diciptakan oleh manusia, namun tidak menutup kemungkinan berkat belajar terus-menerus, AI bisa melangkah lebih jauh dari manusia.

BACA JUGA :  Robot Pengganti Manusia ?

Pengaplikasian Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan

Pengaplikasian kecerdasan buatan sudah dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini. Berbagai bidang yang memanfaatkan kecerdasan buatan adalah bidang medis, pendidikan, industri, bahkan bisnis.

Beberapa hal yang menjadi pengaplikasian artificial intelligence AI dalam kehidupan adalah:

  1. DeepFace dari Facebook

DeepFace Facebook, sebuah teknologi untuk mengidentifikasi wajah seseorang cukup dari postingan fotonya saja. Jika sebelumnya untuk melibatkan akun orang lain harus menandai akun milik orang tersebut, sekarang cukup dengan posting foto saja, identitas teridentifikasi.

Cara kerja AI dalam hal ini adalah dengan mempelajari berbagai akun yang Anda tandai sebelumnya. Teknologi ini sebelumnya akan memberikan referensi dari beberapa huruf yang diinput. Semakin maju teknologi, semakin Anda tidak perlu berusaha menandai akun orang.

  1. Rekomendasi Produk

Rekomendasi produk pasti sering dijumpai oleh orang-orang yang suka berbelanja online. Contoh, hari ini Anda berbelanja pakaian bayi, keesokan harinya muncul rekomendasi pakaian bayi dengan model serupa dari toko lain.

Rekomendasi tersebut diberikan oleh artificial intelligence AI, bukan oleh manusia. Biasanya, ketika Anda ragu check out belanjaan, akan muncul notifikasi yang bertanya soal apa kesulitan Anda. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian AI pada ecommerce.

  1. Asisten Virtual

Asisten Virtual sudah hadir dari berbagai platform, seperti Google, Telkomsel, dsb. Fungsi asisten virtual ini untuk melakukan komunikasi dua arah dengan Anda. Jadi, misalkan Anda menghubungi layanan tertentu, yang pertama menjawab bukan manusia, namun AI.

AI bekerja sesuai dengan data-data yang sudah diinput ke dalamnya sehingga meminimalisir kerja manusia. Penerapan teknologi artificial intelligence AI dalam hal seperti ini juga lebih efisien dan praktis karena sistem bisa bekerja selama 24 jam tanpa kenal lelah.

BACA JUGA :  NoonGil Revolusi Industri 4.0 Drama Start-Up

Dua Klasifikasi pada Sistem AI

AI terbagi menjadi dua klasifikasi, pertama klasifikasi utama dan kedua klasifikasi lainnya. Untuk klasifikasi utama dibagi lagi menjadi dua jenis, diantaranya:

  • Strong AI, yaitu sistem yang diberikan kecerdasan seperti manusia normal. Nantinya ketika diberikan masalah yang belum dipelajari, Strong AI diberikan kemampuan untuk mencari solusi menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Weak AI, yaitu sistem yang sudah dirancang berdasarkan kemampuan khusus atau kemampuan tertentu saja. Contoh produk ini adalah Google Assistant dan Siri.

Klasifikasi kedua berdasarkan pertimbangan lainnya, seperti:

  • Reactive Machines atau sebuah teknologi yang terintegrasi dengan gerak reaksi, seperti sistem yang mampu membaca langkah bidak pada papan catur. Namun, kekurangan artificial intelligence AI ini adalah tidak kompatibel untuk semua situasi.
  • Limited Memory, teknologi yang dijalankan berdasarkan historis kendaraan beberapa waktu ke belakang. Contoh, kendaraan swakemudi yang memutuskan keputusan pada masa depan melalui pengalaman perjalanan pada masa lalu.

Selebihnya ada Theory of Mind dan Self Awareness, teknologi AI yang berjalan sesuai dengan keinginan dan pemikirannya sendiri. Namun, sampai dengan saat ini kedua jenis kecerdasan buatan tersebut belum ada.

Aplikasi Kecerdasan Buatan untuk Berbagai Profesi

Pengaplikasian kecerdasan buatan bisa terlihat dari berbagai aspek. Detail mengenai pemanfaatan AI dalam kehidupan serta kebutuhan profesi bisa dilihat dari berbagai contoh berikut ini:

  1. Mengelola Data dari Chatbot

Mempermudah pengolahan data, khususnya data dalam skala besar. Bentuk implementasi dari artificial intelligence AI sebagai pengelola data adalah chatbot. Misal, ketika Anda memasuki website tertentu, di bagian kanan bawah ada bagian live chat.

Jika jawaban chattingan tersebut tersistem maka sudah dapat dipastikan bahwa ruang obrolan itu menggunakan bot. Chatbot berperan besar dalam pengumpulan respons konsumen serta memiliki peranan untuk membaca persaingan dengan para kompetitor.

  1. Adaptasi dan Analisis Informasi
BACA JUGA :  Cara Merawat HP Supaya Anti Lelet

Adaptasi dan analisis informasi serta data oleh para ilmuwan maupun teknisi. Namun, manusia pengelola teknologi ini harus telaten karena apabila sistem terlepas dari kontrol manusia maka sistem itu sendiri yang akan menjadi master.

Sisi positif penerapan artificial intelligence AI pada sistem ini adalah mempermudah kerja manusia. AI memberikan peranan sebagai pemecah masalah sehingga ketika bisnis dijalankan bisa jauh lebih efisien, efektif, dan juga produktif.

Selebihnya ada Digital Assistant, seperti yang telah diterapkan oleh Google dan Telkomsel. Fungsi Digital Assistant tersebut untuk mendukung produktivitas para pengguna.

Perbedaan Machine Learning, Deep Learning, dan Neural Networks

Dalam ruang lingkup AI, terdapat tiga jenis perbedaan, diantaranya Machine Learning, Deep Learning, dan Neural Networks. Perbedaan ketiganya dapat dilihat dari poin-poin berikut ini:

  1. Machine learning merupakan bagian langsung dari artificial intelligence AI, sementara deep learning adalah bagian dari machine learning, dan neural networks merupakan basis utama algoritma deep learning.
  2. Machine learning memiliki ruang lingkup lebih besar dari deep learning, deep mengacu pada neural networks, dan neural networks terdiri atas tiga lapisan mencakup input maupun output.
  3. Machine learning membutuhkan panduan melalui algoritma AI dari tangan manusia, deel learning menyesuaikan serta membenahi algoritma dalam penyesuaian neural networks, dan neural networks melakukan prediksi akurat pada deep learning.
  4. Machine learning masih sangat tergantung pada manusia, sementara deep learning program komputasinya seolah memiliki otak sendiri, dan neural networks adalah jaringan otak dari deep learning.

Zaman semakin maju, teknologi semakin berkembang. Jika tertinggal maka tidak menjamin Anda dapat menyesuaikan diri dengan kondisi di masa depan. Contohnya penerapan berbagai sistem artificial intelligence AI dalam berbagai aspek kehidupan seperti di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.